Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Wednesday, December 22, 2010

Memblok situs porno menggunakan DNS Nawala , Open DNS

Ada beragam cara memblok situs porno (situs asusila) buat pengguna komputer pribadi. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:
1. Menggunakan software blok situs porno (software pihak ketiga seperti Naomi, dll)
2. Mengaktfkan Filter Content Browser Mozilla , IE, dll
3. Memilih ISP yang menerapkan fitur blok situs porno (asusila).
4. Memblok situs porno menggunakan file hosts windows xp
5. Menggunakan DNS Filter (DNS Nawala, OpenDNS)

Dalam postingan kali ini kita mencoba untuk memblok situs porno (asusila) menggunakan DNS Nawala (Nawala Project), OpenDNS . Kedua Layanan free DNS ini bisa digunakan secara gratis , dan diyakini mampu memblok situs asusila namun tentunya tidak dapat memblokir semua situs asusila (kecuali situs asusila yang sudah terdapat dalam database mereka)

Nawala Project adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif. Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.Info Nawala bisa dilihat disini DNS Nawala

Perlindungan pengguna ini dikhususkan terutama anak-anak balita (bawah lima puluh tahun).

Untuk mengaktifkan filter DNS lakukan prosedur berikut:


1. Di start menu Start -> Settings -> Contol panel -> Network and Internet Connections -> Network Connection
atau di taksbar (sebelah kanan bawah) klik kanan ikon Network pilih "Open Network Connection"

Setelah terbuka kotak dialog berikut, klik kanan ikon Modem yang anda gunakan pilih Properties (di gambar ini ikon Nokia N70 USB Modem(OTA), karena saya menggunakan modem hp Nokia, sesuaikan dengan modem anda)



2. Pilih tabulasi Networking
Pilih Internet Protocol (TCP/IP)
Klik Properties

3. Pilih Use the following DNS Server addresses
Masukkan DNS Nawala di bagian:
Preferred DNS server : 180.131.144.144
Alternate DNS server : 180.131.145.145
Klik OK


4. Jika berhasil  melakukan setting di atas coba aktifkan  koneksi internet, buka sebuah situs yang terlarang buat anak balita (bawah lima puluh tahun), maka muncul pesan blokir berikut :

Jika kurang puas dengan kinerja DNS Nawala, bisa coba Open DNS
Ganti DNS Server addres di atas dengan:

Prefered DNS : 208.67.222.222
Alternate DNS : 208.67.220.220

Thursday, August 26, 2010

Modul II WINDOWS NETWORKING DALAM SISTEM TCP/IP

Modul II

WINDOWS NETWORKING DALAM SISTEM TCP/IP


Tujuan :

Setelah melakukan Praktikum diharapkan :

· Mahasiswa dapat membangun Jaringan NetBIOS (Windows Network).

· Mahasiswa mampu memahami Proses Pengiriman Data pada Jaringan Windows dan membedakannya dengan Jaringan TCP/IP .

· Mahasiswa mampu memahami Windows Network untuk melakukan Sharing Sumber Daya .

Dasar Teori :

Windows Network

Windows Networking dikembangkan secara terpisah dengan TCP/IP , berjalan pada system Network yang berbeda , dan hanya baru-baru ini saja dikembangkan agar bisa berjalan dengan TCP/IP . Konsekuensinya , arsitektur dan bagaimana ia diimplementasikan sangatlah berbeda dengan Protokol Internet yang sesungguhnya .

Microsoft Windows Networking adalah sebuah Protokol spesifik yang digunakan oleh Komputer berbasis Windows untuk melakukan Sharing Sumber Daya dalam sebuah LAN atau WAN . Anda dengan mudah menginstal Windows pada PC anda dan segera setelah anda menghubungkan dengan LAN , mekanisme sharing akan bekerja secara otomatis . Anda tidak perlu membuat sebuah File Server . Semua PC pada LAN melakukan Sharing Resources sebagai Peer-To-Peer Network .

Microsoft Windows Networking adalah sebuah dunia yang seutuhnya terpisah dengan Protokol Networking yang lain . Karena dikembangkan pada Jalur yang diatur sendiri , tanpa perlu Komentar , Kritik atau Perkembangan Layanannya terhadap Internet dan RFC , terpisah dari Protokol Internet Real yang evolusi bersama dengan Internet dengan Model yang Konsisten , Sistem ini mempunyai perbedaan yang Signifikan dengan TCP/IP .

Microsoft Windows Networking sering disebut NetBIOS (Network Basic Input Output System) Networking . NetBIOS adalah sebuah Layer pada Stack Windows Networking yang merupakan batas antara Alikasi Windows Networking dan Sembarang Sistem Networking dan Sembarang Sistem Network yang digunakan dibagian bawah – TCP/IP , Novel dan sebagainya .

Aplikasi

Transport

Jaringan

Link

Pada Implementasinya , Windows Networking menggunakan Nama dan bukan Nomor IP sebagai Referensi utama suatu Komputer dan Resource lainnya . Hal ini sangat berkebalikan dengan TCP/IP , dimana sebuah Nomor IP dari sebuah Komputer merupakan hal yang penting dan Hostname hamper selalu merupakan Pilihan Alternatif .

- Windows Networking menggunakan Nama yang unik untuk setiap PC dan User .

- Windows Networking menggunakan Nama Group untuk Layanan Network atau Resource lainnya .

Karena Nama merupakan hal yang Pundimental pada Operasi system , maka bagaimana mereka Diresolve menjadi hal yang penting . Terdapat dua cara utama bagaimana sebuah Nama diresolve menjadi Hal yang Penting . Terdapat dua cara Utama bagaimana sebuah Nama di-Resolve menjadi Alamat Komputer (Nomor IP) :

- Menggunakan Paket Broadcast .

- Menggunakan Wins .

Praktek

Alat dan Bahan :

- Tiga buah PC + lan Card dengan Sistem Operasi Ms. Windows 9x .

- Software Ethreal dan Lipcap .

- Satu buah Hub/Swich .

- Kabel UTP .

- RJ-45 Connector .

- Tang Crimping .

Membangun Jaringan Komputer Percobaan




192.168.10.1 192.168.10.2 192.168.10.2

255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0




Alice


Bob


Sniffer


Lab :

- Buat Pengkabelan Jaringan seperti Gambar diatas .

- Tentukan IP Address untuk masing-masing Mesin seperti Gambar diatas, berikan Nama Workgroup LABKOM .

v Control Panel > Network > Indentification .

v Berikan Nama pada Kotak Computer Name dan Nama Workgroup pada Kotak Work Group .

v Restart Komputer .

Pelacakan NetBIOS Name Registration

Dasar Teori :

Salah satu Metode Resolusi Nama pada NetBIOS Network adalah dengan melakukan Broadcast “NAME REGISTRATION REQUEST” pada Medium Lokalnya , menuju ke IP Address Broadcast . Registrasi ini dinamakan Name Claim . Semua Mesin pada Subnet yang sama akan mendengarkan Request ini , lalu :

- Jika salah satu dari Mesin-mesin ini sudah mendaftarka diri dengan Nama yang sama, ia mengirim “NEGATIVE NAME REGISTRATION” pada Mesin yang mencoba Mendaftar diri dan proses Registrasi Gagal .

- Jika Mesin ini tidak mengirim Response, maka peminta akan menggunakan mesin ini .

Lab :

- Matikan semua Mesin .

- Hidupkan Mesin Sniffer > Jalnkan Capturing pada Ethereal .

- Hidupkan Mesin Bob .

- Hidupkan Mesin Alice .

- Hentikan Capturing dengan Ethereal .

Pengamatan 1

No


Source IP


Destination IP


Protocol


Info

- Jalankan Capturing pada Ethereal .

- Ganti Nama Mesin Alice dengan Bob > Restart Mesin

- Perhatikan Pesan Kesalahan .

- Hentikan Capturing dengan Ethereal .

- Amati paket-paket yang diperoleh pada Ethereal .

Pengamatan 2

Pesan Kesalahan :

Pengamatan 3

No


Source IP


Destination IP


Protocol


Info

Pelacakan NetBIOS Name Resolution

Dasar Teori :

Kebalikan dari Proses Registrasi Nama adalah Query Name , yang disebut juga Name Resolution . Ketika sebuah Mesin me-Resolve sebuah Nama NetBIOS kedalam Nomor IP, ia membroadcast “Name query request” pada alamat Broadcast Subnet . Jika ada Mesin lain yang terdaftar sebagai nama itu , ia merespon dengan IP Numbernya kepada Peminta . Jika tidak maka peminta akan mengetahui bahwa tidak ada PC dengan nama itu .

Lab :

- Kembalikan Nama-nama Mesin seperti Gambar Jaringan Percobaan Awal .

- Hidupkan semua Mesin .

- Jalankan Ethereal pada Mesin Sniffer > mulai Capturing .

- Ping dari Alice ke Bob .

- Hentikan Ethereal Capturing pada Mesin Sniffer .

- Perhatikan hasil Capturing dengan Ethereal .

Pengamatan 4

No


Source IP


Destination IP


Protocol


Info

Menjelajahi Jaringan

Sharing Sumber Daya

- Sharing File/Folder .

- Saharing Printer .

ROUTING STATIK DAN DINAMIK PADA MIKROTIK OS

ROUTING STATIK DAN DINAMIK PADA MIKROTIK OS

Proses Routing adalah sebuah proses agar router tahu bagaimana dan kemana sebuah paket harus diteruskan. Router mikrotik merupakan salah satu router yang cukup handal dalam merouting jaringan.
Terdapat banyak fungsi/konfigurasi diantaranya : firewall, nat, dhcp, dll.
Pastikan di dalam router terdapat minimal 2 Lan Card (1 Local dan 1 Global )
Langkah-langkah sederhana:
1. Tentukan IP local dan IP public dari ISP.
contoh : IP Local 192.168.1.1/24
IP Global 203.130.111.58/29

2. Configurasi IP address ( Misal nama Mikrotik Router yaitu “Heri” )
[admin@Heri] ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1 --> local
[admin@Heri] ip address add address=203.130.111.58/29 interface=ether2 --> global
Untuk checking nya :
[admin@Heri] ip address print

3. Configurasi Gateway :
[admin@Heri] ip route add gateway=203.130.111.57
note: sesuaikan Gateway yang dipakai.

4. Configurasi DNS
[admin@Heri] ip dns set primary-dns=203.130.208.18 allow-remote-requests=yes
[admin@Heri] ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
note: sesuaikan dengan dns ISP yang di pakai.
5. Setelah Configurasi di atas untuk checking apakah sudah tekoneksi dengan internet yaitu dengan cara:
terminal > ping www.yahoo.com

6. Setelah bisa ping yahoo, kemudian kita konfigurasi sebagai masquerade dengan tujuan semua komputer client yang terhubung ke router bisa internet.
[admin@Heri] ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

7. Setelah itu configurasi gateway dan dns client ke 192.168.1.1 lalu di coba untuk berselancar.

DHCP (Dynamic Configuration Protokol)
Configurasi untuk DHCP:
1. ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.1.100-192.168.1.254
2. ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1 dns-server=192.168.1.1
3. ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether1 address-pool=dhcp-pool

Graphing
1. tool graphing set store-every=5min
2. tool graphing interface add-interface=all store-on-disk=yes
Untuk melihat graph penggunaan internet Local maupun Global dengan cara
http://192.168.1.1/graphs

Routing dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1. Static Routing – Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute (catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.
2. Dynamic Routing – Router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Static Routing dapat dilakukan dengan memasukkan baris ip route pada mode konfigurasi global. Adapun format penulisan baris tersebut adalah:
ip route network [mask] {alamat | interface }
dimana:
• network adalah network tujuan
• mask adalah subnet mask
• alamat adalah IP address ke mana network akan dilewatkan
• interface adalah nama interface yang digunakan untuk melewatkan paket yang ditujukan



Gambar di atas memperlihatkan sebuah LAN yang terhubung ke WAN melalui 2 buah router, yaitu router A dan router B.
Agar LAN tersebut bisa dihubungi dari WAN, maka router A perlu diberikan static routing dengan baris perintah seperti berikut:
RouterA(config)# ip route 172.16.10.0 255.255.255.0 172.16.158.1
Dan agar router B bisa meneruskan paket-paket yang ditujukan ke WAN, maka router B perlu dikonfigurasi dengan static routing berikut:
RouterB(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.158.2
Routing Dinamik adalah jenis routing yang bisa berubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan dengan parameter tertentu sesuai dengan protokolnya. Routing Dinamik diterapkan pada PC yang berfungsi sebagai router dan dibutuhkan router lain yang sama-sama menerapkan sistem routing dinamik, jadi tidak bisa berdiri sendiri seperti halnya Routing statik.
Routing Dinamik menentukan gateway untuk network destination berdasarkan parameter yang didapat dari router lainnya melalui Protokol Multicast, seperti metrik, cost dsb. Protocol RIP dan OSPF menggunakan multicast untuk pertukaran informasi antar router, sedangkan protokol BGP menggunakan koneksi TCP untuk pertukaran routingnya.
Protokol Multicast adalah sebuah pola pengiriman data di mana data dari pengirim (sender) akan diterima secara bersamaan oleh beberapa penerima (recipient). Salah satu keuntungan dari sistem multicast adalah mengurangi beban kerja jaringan (network load). Bayangkan misalnya ketika sebuah rekaman video sebesar 600MB disebarkan ke 10 pengguna, dengan Protokol Unicast, akan ada trafik sebesar 10 x 600 MB, sedangkan dengan multicast, trafik hanya sebesar data asli, yaitu 600MB (tentu saja ditambah overhead yang tidak signifikan besarnya). Perlu diperhatikan bahwa pengiritan trafik ini hanya mungkin terjadi apabila setiap client memperoleh data dalam rentang waktu yang sama. Artinya protokol ini terasa keuntungannya dalam aplikasi semacam video/audio broadcast. Dalam IPv4 protokol multicast masih jarang digunakan sampai ke end-user, tetapi di generasi selanjutnya IPv6 protokol multicast dikembangkan lebih untuk kepentingan audio dan video.
Dalam IPv4 IP address multicast adalah network 224.0.0.0 dengan netmask 255.0.0.0
Selain protokol multicast dikenal juga Protokol Unicast, Protokol Broadcast, dan Protokol Anycast.
OSPF (Open Shortest Path First) adalah salah satu protokol pada keluarga IP, untuk routing dinamik. OSPF dikembangkan karena kebutuhan pada network yang besar dan heterogen. Beberapa keuntungan dari OSPF adalah konvergensi yang cepat, yang pada gilirannya mencegah routing loop dan menghasilkan network yang stabil.
Protokol ini dikembangkan oleh IETF, dan diatur oleh RFC 2328

Mikrotik Sebagai NAT
Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.
Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP version 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 bytes berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu user dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dishare dengan beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan
Misal kita ingin menyembunyikan jaringan local/LAN 192.168.0.0/24 dibelakang satu IP address 202.51.192.42 yang diberikan oleh ISP, yang kita gunakan adalah fitur Mikrotik source network address translation (masquerading) . Masquerading akan merubah paket-paket data IP address asal dan port dari network 192.168.0.0/24 ke 202.51.192.42 untuk selanjutnya diteruskan ke jaringan internet global.
Untuk menggunakan masquerading, rule source NAT dengan action 'masquerade' harus ditambahkan pada konfigurasi firewall:
[admin@Heri] > /ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=public

Referensi:
- http://www.mediadotnet.biz/content/network-tutorial-dasar-router-proses-routing
- http://www.indonesiacyber.net
- wiki.linux.or.id/Routing_dinamik
- petunjuk praktikum jaringan komputer

Wednesday, July 8, 2009

MEMBANGUN JARINGAN MULTI HOP DENGAN PC ROUTER ( MIKROTIK OS )

MEMBANGUN JARINGAN MULTI HOP DENGAN PC ROUTER ( MIKROTIK OS )

Jaringan Multi Hop / internetworking adalah menghubungkan antara dua LAN dan WAN dengan menggunakan router sebagai media dan mengkonfigurasikan alamat logical jaringan dengan protocol seperti IP. Router berfungsi untuk memisahkan broadcast domain, broadcast domain sendiri yaitu kumpulan dari alat-alat di sebuah segmen network yang menerima semua paket broadcast yang dikirim oleh alat-alat yang di segmen tersebut, selain itu router juga berfungsi memisahkan collision domain ( collision adalah kondisi di mana terjadi tabrakan antar data karena berada pada waktu dan tempat yang sama seperti pada sebuah kabel jaringan ). MikroTik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. Ada beberapa langkah dalam membangun jaringan multi hop dengan PC Router, diantaranya yaitu:
A.Mempersiapkan PC Router sesuai dengan design jaringan
1.Mempersiapkan PC dengan minimal 2 ethernet yang dikenali oleh Mikrotik OS
2.Instalasi Mikrotik OS
3.Setting parameter administrasi router dan pengenalan perintah dasar Mikrotik
4.Setting parameter jaringan untuk masing-masing interface pada router (interface, IP address, netmask, dll)

B.Mengkonfigurasi mesin-mesin pada masing-masing segmen jaringan
1.Mengkonfigurasi IP address dan Subnet
2.Mengkonfigurasi gateway

C.Testing Koneksi
1.Menggunakan ping
2.Menggunakan traceroute.

Langkah setting Mikrotik Via WinBox
1. Setelah install Mikrotik sudah OK, selanjutnya masukkan IP sembarang untuk remote.
Misal
ip address add address 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0 interface ether2
Kemudian buka browser dengan alamat IP tadi, dan download Winbox



2. Buka Winbox yang telah di download tadi
3. Di tampilan Winbox, pada kolom Connect To masukkan no IP tadi (192.168.1.254) dengan
Login : admin password : kosong. Kemudian klik tombol Connect
JIka log in berhasil, maka langkah selanjutnya yaitu setting parameter untuk masing-masing interface pada router (interface, IP address, netmask, dll.).

Langkah setting Mikrotik Via Console
Setting Mikrotik via Console langkah pertamanya sama seperti via winbox yaitu log in terlebih dahulu. Dalam Mikrotik terdapat perintah-perintah khusus yang telah disediakan. Berikut merupakan contoh-contoh perintah dalam tampilan console:
-Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik]>password
Old password: *****
New password: *****
Retype new password: *****
[admin@]Mikrotik>

-Mengganti nama Mikrotik Router (Misal nama server akan diganti menjadi “Herinet”
[admin@Mikrotik]> system identity set name = Herinet
[admin@Herinet]>

-Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@Herinet]> interface print
Flag: X - disabled, D - dynamic, R - running
#NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500

-Mengganti nama interface
[admin@Herinet]> interface set 0 name = asmuni
[admin@Herinet]> interface set 0 name = blekok


Referensi :
www.mikrotik.co.id
Diktat jaringan komputer

Membangun Jaringan Ethernet HOP Tunggal Dengan Protokol TCP/IP

Membangun Jaringan Ethernet HOP Tunggal Dengan Protokol TCP/IP

Komunikasi data merupakan proses pengiriman data dari satu komputer ke komputer lainnya. Dalam hal ini kita membutuhkan suatu alat yaitu yang sering kita sebut dengan Interface jaringan (network interface)
Ethernet yaitu menggunakan Ethernet Card yang di pasang dan di install di PC serta kabel UTP sebagai perantara nya, Jenis koneksi yang inilah yang paling populer dan paling banyak di gunakan di mana-mana dari tingkat jaringan kecil sampai jaringan besar. ini yang akan saya bahas di sini.

Para pakar jaringan membuat sekumpulan aturan untuk mengatur prosess pengiriman data tersebut yang dikenal sebagai protokol komunikasi data. Protokol ini diimplementasikan dalam bentuk program komputer (software) yang terdapat pada komputer dan peralatan komunikasi data lainnya.
Baiklah…daripada kita berlama lama mendingan kita langsung saja membahas tentang pembuatan jaringan yang dalam hal ini kita menggunakan Ethernet card dengan kabel UTP
Yang kita butuhan pertama adalah pemasangan kabel UTP dengan RJ-45.
Ada dua cara pemasangan yaitu dengan susunan kabel cross dan kabel straight-through.
Dalam hal ini kita harus mengetahui standar dari EIA/TIA. Berikut ini paparannya
---------------------------
1. Standar 568A
Kabel1 Hijau - garis putih
Kabel 2 Hijau
Kabel 3 Oranye - garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Oranye
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat

2. Standar 568B
Kabel 1 Oranye - garis putih
Kabel 2 Oranye
Kabel 3 Hijau - garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Hijau
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat

-Untuk membuat kabel straight caranya semua ujung menggunakan standar 568A, ataupun semua ujung menggunakan standar 568B.
-Untuk membuat kabel cross caranya ujung yang satu menggunakan standar 568A sedangkan ujung yang lain menggunakan standar 568B
Untuk lebih jelasnya silahkan lihat pada gambar di bawah ini!



Setelah selesai pengkabelan, kita lanjutkan ke tahap pembuatan jaringan dengan kabel yang telah kita buat.
Masukan ujung kabel ke Ethernet card PC 1 dengan Ethernet card PC 2!
Kemudian isikan IP address! Misalnya kita gunakan IP address klas C
IP address PC 1:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway:--di kosongkan aja untuk tahap ini
IP address PC 2:
192.168.0.2
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway
192.168.0.1 (IP dari PC 1 yang nantinya berguna untuk sharing internet)
Kemudian kita uji koneksi dengan menggunakan command prompt!
Pada command prompt PC 1 coba kita ketikan ping 192.168.0.2

Jika hasil keluaran seperti pada gambar di bawah maka koneksi yang kita bangun berhasil!




Jika PC 1 dengan PC 2 telah terkoneksi maka kita bias melakukan sharing data dan Printer yang bias kita atur menggunakan Network Setup Wizard pada kedua PC,
setelah selesai menseting kemudian restart dan kemudian coba lihat hasilnya pada my network places -> entire network -> Microsoft windows network kemudian cari nama PC 1 atau PC 2!!
Jika berhasil maka akan terdapat file yang kita sharing!!

Mikrotik Router

Mikrotik Router

Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Bagi yang belum tau, Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Dengan nama merek dagang Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujuka untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia.
Mikrotik adalah sistem operasi independen berbasiskan Linux khusus untuk komputer yang difungsikan sebagai Router.Untuk instalasi Mikrotik tidak dibutuhkan piranti lunak tambahan atau komponen tambahan lain. Mikrotik didesain untuk mudah digunakan dan sangat baik digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti merancang dan membangun sebuah sistem jaringan komputer skala kecil hingga yang kompleks sekalipun.
Penginstalan Mikrotik
Sebelumnya pastikan komputer yang akan diinstall Mikrotik OS sudah ada 2 Lan Card, untuk spek hardware yang akan digunakan, anda bisa melihat rujukannya di http://mikrotik.com
– * booting dari CD ROM
Pilih paket-paket yang akan dipilih, untuk kebutuhan Router+Proxy+Bandwidth Management, sebaiknya anda pilih :
– System
– DHCP
– Advanced Tols
– Routing
– Routing Test
– Security
– Synchronous
– Web Proxy
– Web Proxy Test
Setelah memilih paket2 yang dibutuhkan tekan tombol “ i “ untuk mulai instalasi
Muncul tulisan “Do you want to keep...............” pilih n (no)
“Continue.....” , pilih y (yes)
Mulailah membuat partisi dan memformat hard disk, setelah instalasi paket2 yang tadi dipilih.
Setelah selesai, Mikrotik minta di reboot dengan menekan enter.
Setelah booting, muncul perintah untuk melakukan pengecekan hard disk, anda bisa pilih yes atau no, pilih no juga tidak mengapa jika anda yakin hard disk bebas dari bad sector.

Anda diminta untuk login, ketikkan admin pada : Mikrotik Login: admin
untuk mengisikan password tekan enter saja, karena password masih kosong pada instalasi baru,
– Dou you want to see...................., pilih no, untuk mempercepat proses
Muncul konsole Mikrotik, yaitu :
[admin@Mikrotik] >
Untuk merubah nama mesin Mikrotik ini, ketik :
[admin@Mikrotik] > system identity set name=mywifi
Lalu konsole berubah menjadi
[admin@mywifi] >
Merubah password mesin Mikrotik, ketikkan password =
[admin@mywifi] > password
old password (ketikkan kosong, jika sebelumnya anda belum mengeset password
new password : .........(ketikkan password yg baru?
retype new password :................ (masukkan sekali lagi passwordnya)
Untuk mematikan mematikan Mikrotik cukup kita ketikkan sbb
[admin@mywifi] > system shutdown
[admin@mywifi] > system reboot (untuk merestart nya)
[admin@mywifi] > system reset (untuk mereset konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya)
Perintah-perintah diatas harus dilakukan pada direktori admin.
Setelah itu anda perlu mengaktifkan kedua LAN Card yang terpasang, dengan contoh perintah di bawah ini :
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether1
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether2
Jika muncul tanda kesalahan, ada dua alasan:
pertama : Ada kemungkinan LAN Card yang terpasang, rusak
kedua : Driver dari LAN Card belum disupport oleh Mikrotik
Untuk Melihat kedua LAN Card yang terpasang(apakah sudah komplit dua), ketikkan .............
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > interface print (atau perintah tersebut bisa disingkat menjadi" in pr " )
Lalu tampillah kedua LAN Card, perhatikan konsole diatas menandakan kita sudah berada pada direktori ip address
Berdasar tampilan monitor Mikrotik LAN Card pertama bernama "ether1" dimana ether1 ini nantinya terkoneksi ke IP Public/Internet sedang LAN Card kedua bernama "ether2" ini terkoneksi ke IP Local/LAN Lokal, kemudian kita memberi ip address pada masing-masing LAN Card, dengan perintah/command sebagai berikut :
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether1 address=172.16.0.254/24
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether2 address=192.168.1.254/24

Untuk mengetahui hasilnya ketikkan:

[admin@mywifi] ip address > print
Lihat hasilnya pada gambar diatas. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.
Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet
[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1
Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,
[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7
admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155
Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS
[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes
Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan
"no such argument".
Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router
[admin@mywifi] > ip firewall nat
[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade
Kita lihat hasilnya
[admin@mywifi] ip firewall nat> print
Lihat hasilnya pada monitor anda. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.
Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet
[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1
Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,
[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7
admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155
Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS
[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes
Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan
"no such argument".
Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router
[admin@mywifi] > ip firewall nat
[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade
Kita lihat hasilnya
[admin@mywifi] ip firewall nat> print
Nah pada tahap awal ini kita sudah bisa membuat Router Mikrotik, guna mengetahui hasilnya kita melakukan test ping( untuk perintah "ping" ini harus dilakukan pada direktori tertinggi yakni di direktori "admin") ke komputer client dari router Mikrotik kita, ketika muncul dalam proses ping tersebut ada kata-kata "ping time out" atau "host unreachable" maka kita tidak berhasil untuk koneksi, coba teliti kembali pada setting Mikrotik atau teliti pula konfigurasi ip address pada komputer client, kemudian coba pula ping ke alamat internet dari komputer client atau browsing dari komputer client, jika berhasil maka berhasil pula tugas kita membuat Router Mikrotik.

referensi :
http://my-wifi.blogspot.com/2007/08/membuat-router-murah-dan-mudah-dengan.html